Seperti
biasa,sebelum memulai pelajaran,kupimpin siswa berzikir,beristigfar dan membaca
doa selama beberapa menit lalu kumulai proses belajar.Setelah kuberi tugas,maka
siswapun dengan tenang mengerjakan soal-soal yang diberikan pada
kelompoknya,akupun mengamati dan menilai aktvitas siswa.Saat kuberjalan dari
kelompok ke kelompok,tiba-tiba perhatianku tertuju pada seorang siswa dari
salah satu kelompok.”Apa yang kamu kerja,Selfi ?”,tanyaku pada siswa
tersebut.Selfi bukannya mengerjakan tugas kelompoknya,melainkan asyik
menggambar sosok perempuan ,yang teman sekolmpoknya ketakutan melihat gambar
itu.Selfi tidak menjawab pertanyaanku dan menyembunyikan gambarnya.Kurebut gambar
yang ada ditangannya.Selfi marah,merah mukanya dan berusaha merebut gambar yang
sudah ada ditanganku. ”Sepertinya ini anak lagi
kesetanan”,batinku.Kuperintahkan teman kelompoknya untuk memegang selfi dan
mendudukkannya di kursi.”Kembalikan gambarku !”,pinta Selfi membentakku.”Ini
bukan Selfi,ini pasti setan,saya tidak akan mengembalikan gambarmu kalau kau
mengganggu siswaku”,ujarku.”Kembalikan gambarku atau kubunuh dia ?”,ujarnya
mengancamku.Akupun lalu menenangkan diri karena kuyakin bahwa Selfi kerasukan
setan.
Selfi merontak
berusaha melepaskan diri dari tangan teman-temannya dan ingin menyerangku saat
kuserang dengan ayat-ayat Allah,”Tinggalkan Selfi atau kubakar
terus”,ujarku.”Tidak,saya akan membunuhnya”,jawabnya.”Kamu tidak punya hak
membunuhnya,lagi pula apa salahnya Selfi padamu”,balasku.”Aku menyayangi
Selfi,mau kujadikan temanku”,jawabnya.”Siapa kau dan dimana tempat
tinggalmu”,Tanya seorang siswa.”Aku tinggal di salah satu WC di sekolah
ini”,jawabnya.Karena dia setan maka kuserang terus dengan ayat-ayat Allah,lalu kubacakan
ayat kursi,dan tiga surat pendek di akhir Al Quran lalu kupaksa meminumnya dan
akhirnya Selfipun diam lalu sadarkan diri.Selfi adalah siswa yang cantik dan
agak pendiam dibanding siswa lainnya,mungkin karena hatinya atau pikirannya
selalu kosong sehingga setan bisa leluasa mengganggunya.
Selama Selfi
kesurupan di sekolah,banyak siswaku yang ketakutan,terutama takut buang air di
WC sekolah dan takut berkunjung ke perpustakaan.Bukan hanya yang perempuan
takut,tetapi yang laki-lakipun ikut-ikutan takut.Hal ini disebabkan karena
Selfi kemasukan roh yang mengaku roh seorang cewek yang mati tertembak 60 tahun
yang lalu dan roh itu mengaku tinggal di salah satu WC siswa. Aku sudah lama
tahu tentang adanya roh jahat yang tinggal di WC sekolah,dan aku tidak
mempersoalkannya karena sebelumnya yang diganggu hanya mahasiswa-mahasiswa yang
numpang kuliah di sekolah.Namun,setelah roh itu mencoba mengganggu siswa
barulah aku mempersoalkannya karena siswa-siswa berada dalam perlindunganku
sebagi orang tua siswa di sekolah.
Ini suatu cobaan
bagiku yang selama ini membiasakan siswa berzikir,beristigfar dan berdoa
sebelum belajar,dan mengingatkan agar selalu waspada terhadap tipu daya setan
karena setan senantiasa berusaha dan dengan berbagai cara untuk menyesatkan
manusia.”Kalian harus percaya bahwa yang mengganggu Selfi adalah setan dari
bangsa jin yang mengaku-ngaku sebagai roh Saleha,gadis yang tertembak
itu”,ungkapku dihadapan siswa,”Islam tidak mengajarkan adanya roh manusia yang
gentayangan.Semua manusia yang telah mati rohnya telah memiliki tempat yang
tetap,kalau rohnya baik maka tempatnya yang tinggi yaitu di langit dan kalau
rohnya buruk maka terpenjara ditempat yang rendah,yaitu di bawah
tanah”tambahku.”Ada beberapa bukti bahwa roh yang masuk ke tubuh Selfi itu
adalah setan dari bangsa jin,antara lain waktu diserang dengan ayat-ayat Allah
dia menjerit kepanasan dan meninggalkan tubuh Selfi, permintaannya agar
didoakan dan dibacakan Surat Yasin di WC adalah perbuatan yang dilarang karena
agama melarang kita membaca Al Quran di tempat yang kotor,dan buktinya setelah
dibacakan Surat Yasin di WC setan itu masih tetap mengganggu
Selfi”,sambungku.”Setan itu hanya mau menakut-nakuti kita yang ujung-ujungnya
adalah ingin menyesatkan kita”,lanjutku.
”Pak,apakah roh
manusia tidak bisa masuk ke tubuh manusia lainnya ?”,Tanya Isma menanggapi
pernyataanku.”Tidak ada keterangan dalam Al Quran maupun hadis yang mengatakan
bahwa roh manusia bisa masuk ke tubuh manusia lain,kecuali yang terangkan Nabi
SAW bahwa jin bisa masuk ke tubuh manusia dan berjalan dalam aliran
darah”,jawabku.”Tapi Pak,kemarin ada tetanggaku yang kemasukan parakang,dan
mengaku tetangganya sendiri”,sanggah Isma.”Iya,Pak saya juga pernah melihat ada
yang diganggu parakang,bagaimana itu,Pak ?”,tambah Bagas.”Begini,orang yang
kemasukan parakang dan mengaku-ngaku si A atau Si B itu hanya tipu daya
setan,yang masuk itu bukan rohnya si A atau si B,melainkan setan yang masuk
mengaku-ngaku dengan tujuan menciptakan fitnah dan permusuhan”,jawabku.”Pak,saya
juga punya tetangga yang pernah kesurupan dan mengaku sebagai patanna kampong,bagaimana
itu Pak ?”,Tanya Irma.”Roh yang mengaku patanna kampong itu hanyanya setan dari
bangsa jin,yang menginginkan agar korban atau keluarga korban mendatangi suatu
tempat atau mempersembahkan sesajian di suatu tempat yang dianggap angker”,jawabku
Kuterus berusaha
menolong Selfi yang sudah dua minggu kesurupan roh yang mengaku Saleha,seorang
gadis yang tertembak 60 tahun yang lalu.Penembaknyapun mengakuinya saat diundang
ke sekolah.Dari pengakuan pelaku itulah yang membuat banyak siswa bahkan guru
yang semakin percaya bahwa Selfi diganggu oleh roh gentayangan.Bahkan kepala
sekolah telah memutuskan akan memindahkan Selfi ke sekolah lain.”Bila Selfi
dipindahkan gara-gara kesurupan,tentu siswa lainnya semakin takut,dan karena
takutnya itu sehingga setan itu menganggu siswa lainnya”batinku.”Tidak,aku akan
berusaha agar Selfi tidak dipindahkan”,tekadku.Letak permasalahannya adalah
karena perbedaan pendapat tentang Roh yang mengganggu itu,banyak yang percaya
sebagai roh gentayangan,jadi harus kuyakinkan siswa bahwa itu hanyalah tipu
daya setan untuk menakut-nakuti dan menyesatkan kita,”Setan jangan dipercaya
kata-katanya,jangan ditakuti ancamannya dan jangan pula di penuhi permintaannya”,ujarku
pada siswa-siswa yang semakin hari semakin takut,apalagi setelah Selfi yang
kesurupan menyusun batu yang berbentuk kuburan di pekarangan depan kelasnya
lalu menulis “19-3-2014” lalu menyuruh teman-temannya menabur bunga di atasnya.
Banyak yang percaya pada ancamannya akan membunuh Selfi,sehingga ada yang
beranggapan bahwa Selfi akan mati pada tanggal 19-3-2014.”Tidak,tanggal 19-3
itu mungkin tanggal tertembaknya gadis yang bernama Saleha itu,dan tahun 2014
adalah untuk menakut-nakuti kita semua”,sanggahku pada siswa.Setan itu memang
sangat bandel,sudah beberapa kali kuisir dengan ruqyah di perpustakaan namun
masih saja mengganggu Selfi sampai tanggal 19-3-2014 tinggal beberapa
hari.Sudah beberapa permintaannya dipenuhi oleh pihak sekolah maupun
keluarganya dipenuhi namun masih juga mengganggu.telah beberapa dukun yang
didatangi orangtua Selfi namun masih juga menganggu,sampai tanggal 19-3-2014
tinggal 3 hari.
“Ya
Allah,Tolonglah aku untuk membebaskan siswaku dari gangguan setan,jangan permalukan
aku pada masyarakat dan siswaku bila tidak berhasil membebaskan siswaku dari
gangguan setan yang mengaku-ngaku roh gentayang itu”,doaku usai shalat
Tahajjud.Sambil menunggu Subuh kubaca kembali buku-buku tentang alam jin dan
buku tentang roh.Melalui buku itulah kumendapat petunjuk bahwa bila setan
diusir dengan ruqyah dan masih saja datang mengganggu maka bisa dihadapi dengan
cara yang lebih keras lagi,dipukul,dipatah kakinya atau bahkan dibunuh.”Tapi,ini
tidak mudah karena Selfi adalah perempuan,nanti keluarganya salah paham”,suara
hatiku.
Kuberfikir dan
terus berfikir,akhirnya kuambil cara yang terakhir yaitu mematahkan kaki atau
membunuh bila bertemu lagi dengan setan itu.kukuatkan iman dengan
doa,kubulatkan tekad lalu kulangkahkan kakiku ke sekolah.Sehari sebelum tanggal
19-3-2014,mungkin adalah usaha yang terakhir bagiku untuk membebaskan Selfi
dari gangguan setan bandel itu.Kegiatan mengajar sengaja kupakai untuk
mengurusi Selfi.Melalui temannya,kupanggil dia bergabung dengan kakak kelasnya
yang akan belajar di kelas PKN.Aku sangat berharap Selfi kesurupan hari
ini,bahkan dengan keyakinan setan itu bisa mendengar panggilanku maka kupanggil
dia agar masuk ke tubuh Selfi.Kutunggu-kutunggu namun tak muncul-muncul dan
kuyakin setan itu tahu rencanaku hari ini.Kuyakinkan kembali siswa termasuk
Selfi agar tidak menakuti setan dan tidak mempercayai apapun
ucapannya.Kuyakinkan Selfi bahwa yang mengganggunya adalah setan yang
mencelakakan dirinya,”Kau harus melawan setan itu agar tidak mengganggu bahkan
sampai membunuhmu”,kataku.Kusuruh Selfi memimpin zikir,membaca beberapa surat
pendek dalam Al Quran.
“Terima kasih ya
Allah,Engkau telah menolongku untuk membebaskan Siswaku dari gangguan
setan”,ucapku setelah tanggal 19-3-2014 terlewati dan tidak terjadi lagi
apa-apa terhadap Selfi.”Betul kan bahwa tanggal 19-2-2014 itu hanyalah ancaman
setan itu untuk menakut-nakuti kita,ternyata setan itu pendusta yang hanya
menipu daya kita,dan ternyata setan juga takut bila diancam akan dipatah
kakinya atau dibunuh”,uangkapku pada siswa beberapa hari kemudian dan sejak
tanggal 19-3-204 lewat tanpa kejadian apa-apa,akhirnya kepercayaan siswa akan
roh gentayangan itu pudar,rasa takutnya pun hilang,dan siswa semakin percaya
bahwa kata-kata setan itu dusta dan setan tidak berdaya menghadapi ayat-ayat
Allah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar