Sabtu, 17 Januari 2015

Cerpen KUTEMUKAN JALAN HIDUPKU



Sebelum aku mengenal hikmah penyakit,aku merasa tersiksa dan memandang penyakit itu sebagai musuh yang datang merusak kebahagiaanku,yang merampas kemerdekaanku atau yang menghalangi karierku. Namun,kini kurasakan tidaklah demikian, setelah kutemukan hikmah bahwa sesungguhnya penyakit yang sudah lebih sepuluh tahun setia menemani hidupku itu adalah tamu yang agung.Seorang sahabat yang datang membawa anugerah Allah yang demikian besar.Yang akan membebaskan kita dari penjara alam kubur dan kobaran api neraka.Memang dalam pandangan dunia bahwa orang yang diberi penyakit adalah orang yang dibenci atau disiksa Allah,akan tetapi dalam pandangan akhirat,kita akan mengatakan bahwa begitulah cara Allah menyayangi hamba-Nya,namun hamba tidak menyadarinya.Kadang penyakit membuat hidup kita menjadi terpuruk dan kalau kita tidak waspada bisa membuat kita putus asa,seperti yang dialami tetanggaku yang baru sebulan sakit sudah mencoba mengakhiri penyakitnya dengan meneguk racun,untung masih bisa ditolong.
Penyakit telah membuka mata hatiku,sehingga kubisa melihat kegelapan jalan hidupku,bisa kubaca noda-noda dosa yang telah kulakukan,bisa kusadari betapa aku telah menjadi hamba setan yang setia pada amalan-amalan sesat yang kupandang baik.Penyakit telah membawaku ke sebuah azab kecil.Walau kecil,namun cukup memberi pelajaran bagiku dan membuat hatiku selalu bergetar setiap kali mengingatnya.”Azab kecil saja di muka bumi ini kutaksanggup menahannya apalagi azab Allah yang demikian dahsyat di alam kubur atau di neraka.Sepuluh hari saja terbaring di rumah sakit kutak sanggup menahannya,apalagi bila sakit sehari di akhirat yang kadarnya seribu tahun di dunia,ya ampun lebih lagi kalau dipanggang di atas kobaran api neraka,auzubillahi minannar”,batinku.
Penyakit telah membuka hatiku,sehingga nampak dengan jelas bahwa betapa setan telah menipuku dengan amalan-amalan sesat.Ya sesat,karena amalan yang kuanggap benar itu ternyata berada di atas jalan yang buntu.Bukannya akan menyelamatkanku di atas titiap siratal musqakim,tetapi justru menjerumuskanku ke dalam jahannam.Masa laluku kuhabiskan dengan kesyirikan karena mengikuti ajaran orang yang kukira kekaksih Allah yang diberinya rahmat dan petunjuk,namun ternyata utusan Iblis untuk menyesatkan manusia.Kebodohan membuat aku larut mempercayai dan memuja-muja berbagai macam berhala yang diwariskan nenek moyangku.Kupersembahkan penghormatan sesajian buat roh-roh yang aku sendiri tidak mengenal keberadaannya,kecuali kukenal namanya,”Patanna Butta,Patanna jeknek,patanna pangngadakkan,patanna anrong pare, dan nama-nama lainnya”,dengan harapan mendapat berkah atau agar aman dari gangguannya.Kuamalkan ajaran-ajaran tarekat yang bertentangan dengan syariat Islam,kupakai jimak atau jampi-jampi perlindungan atau kekebalan dan lainnya yang bersekutu dengan setan-setan dari bangsa jin.Diperparah lagi dengan keluar- masuk rumah dukun mencari kesembuhan yang membuat semakin sempurnalah penyakitku,karena bukan saja fisikku yang sakit tetapi juga imanku yang jauh lebih parah.
Jalan hidupku penuh liku dan bebatuan yang menguji kesabaran untuk sampai ketujuan
Dukun yang membuatku semakin dekat pada kesyirikan.Dukun yang mengajariku melakukan pendekatan dengan roh-roh kuburan atau tempat keramat  demi meraih kesembuhan.Dukun telah menjauhkanku dari jalan Allah,padahal aku selalu berharap agar senantiasa berada di jalan Allah.Tapi mustahil kubisa melihat jalan Allah karena hatiku telah gelap karena tertutup oleh kesyirikan.Hatiku telah dikuasai oleh Iblis dan pasukannya.
“Ya Allah, biarlah aku tersiksa di dunia,asal Engkau membebaskanku dari siksaan akhirat”,doakan kala berbaring di rumah sakit dan para dokter berkeputusan untuk menghentikan pengobatan atas diriku.”Maaf Pak,penyakit Bapak secara medis tidak bisa didetensi,belum ada alat di Indonesia yang bisa mendeteksinya,begitpun obatnya.Jadi kita serahkan saja pada Allah,dekatkanlah diri kepada Allah karena Allah yang menentukan segala-galanya.Allahlah yang menurunkan penyakit,Allah pulalah yang berkuasa menyembuhkannya”,kata Dr Ida,spesialis syaraf yang menanganiku di rumah sakit.
Tahun 2007 adalah tahun yang amat bersejarah dalam hidupku.Ya sangat bersejarah di antara hari bersejarah lainnya.Bukan karena aku dilantik menjadi pejabat eselon II dan bukan pula karena mendadak sembuh.Suatu hari di tahun 2007 secara tak sengaja bertemu dengan seorang uztad yang sedang memegang majalah “Al Furqan”,iseng-iseng kuminta dan kubaca lembaran demi lembaran.”Ya Allah” mengapa hatiku bergetar saat kubaca sebuah artikel yang mengupas dosa-dosa laluku.”Benarkah setan telah menjadi raja dalam hatiku ?”,batinku.Kucoba mempraktekkan beberapa petunjuk dalam majalah itu.”Ya Allah,apa yang terjadi pada diriku,mengapa tubuhku jadi bergetar dan terguncang saat kuberzikir dikeheningan malam,benarkah Engkau berada di dekatku ?”.Zikir kurasa telah membuat raja yang selama ini berkuasa dalam hatiku terguncang dan akhirnya tak kuasa lagi mempertahankan kekuasaannya.Hatiku mulai terbuka,mulai bisa melihat kebenaran,melihat jalan yang dibentangkan Allah untuk hamba-Nya.
Hatiku semakin terang dengan zikir dan bacaan Al Quran.Kubaca,kupahami dan kuberusaha mengamalkan ajaran-ajaran Allah dalam kitab-Nya.Kusibukkan diri membeli dan membaca hadis-hadis,buku-buku agama Islam,terutama karangan orang-orang saleh Arab.Sampai akhirnya semakin jelaslah antara yang putih dengan yang hitam,yang lurus dengan bengkok,yang sunnah dengan yang bid’ah.Semakin kuatlah keyakinanku untuk meninggalkan kepercayaan dan amalan tradisi nenek moyang yang dijamin oleh Allah kesesatannya dalam Quran Surat Al Baqarah ayat 140,Al Maaidah 104 dan Luqman:21.Kubuang jauh-jauh kepercayaan dan amalan yang dulu telah membuatku takut,ternyata Allah telah menyatakan bahwa apa yang dikatakan orang sebagai patanna butta,patanna pangngadakkan dan sebagainya hanyalah nama yang orang-orang tua dulu menamainya,Allah tidak pernah menurunkan keterangan tentang semua itu,dan Allah akan membalas segala bentuk persekutuan terhadap-Nya.
Kedekatanku pada Allah dan rasul-Nya melalui Al Quran dan Sunnah Rasul,membuatku menjadi berani menentang ajaran-ajaran setan,kuberani membuang benda-benda yang dulu aku agung-agungkan.Allahlah yang mengajariku berani.Dia telah menyatakan akan selalu bersamaku dalam kebenaran dan ketakwaan.Allah dan Rasul-Nya yang membuatku bisa tersenyum kala penyakit datang lagi menyerangku,karena pada saat itu Allah datang menghiburku dengan menyuruhku bersabar.”Berilah kabar gembira bagi orang-orang yang sabar”.
“Untung Allah tidak mencabut nyawaku dikala dekat dengan kesyirikan,kalau itu terjadi maka neraka pastilah menjadi tempatku”,ungkapku pada istri yang setia menemanku,yang setia menghiburku.Istriku adalah orang pertama mendukungku untuk mengikuti jalan Allah yang lurus namun begitu berat untuk melewatinya.”Kamulah pemimpinku,maka ke manapun kamu membawaku akupun mengikutinya”,ungkapnya.
Sejak hatiku bisa melihat kebenaran dan kuyakin bahwa kebenaran yang terkandung dalam Al Quran dan Sunnah Rasul adalah kebenaran sejati sebagai jalan yang lurus menuju kepada negeriku yang abadi maka kuambil keputusan untuk menjadikannya sebagai jalan hidupku di muka bumi ini.Kuterasa menemukan kembali jalan hidupku dan kumulai belajar merubah pola hidup sesuai dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya.Tiada lagi yang kuibadahi selain Allah,dan ibadah yang kulakukan itu adalah yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Kubelajar meninggalkan kepercayaan dan amalan-amalan yang tidak disyariatkan oleh Allah dan Rasul-Nya.Amalan yang kulakukan berarti itu yang disyariatkan dan amalan yang kutingglkan atau yang tidak kulakukan berarti itu yang tidak disyariatkan sekalipun sebagian besar umat Islam melakukannya.Prinsipku sekarang adalah kulakukan yang benar dan kutinggalkan yang batil serta tidak akan mencampuradukkannya.
Dalam ketiadadayaan kujalani sisa-sisa hidup yang dijatahkan Allah di muka bumi ini,ku belajar terbang di atas jalan-Nya dengan dua sayap,yaitu Al Quran dan Hadis sekalipun orang-orang sekampung atau keluargaku menganggapku asing atau aneh,kuberjalan dengan segenap syariat-Nya sesuai dengan kemampuanku.Allah Maha Penyayang.Allah tidak membebani seorang hamba kecuali yang disyariatkan kepadanya dan tidak membebaninya syariat kecuali sesuai dengan kesanggupannya. Yang sanggup menjalankan syariat maka jalankan sebagaimana mestinya dan bagi yang tidak sanggup maka pakailah kemudahan yang diberikan Allah.
Wahai saudaraku yang seujian dengan penyakit atau yang lemah,janganlah bersedih.Kesabaran adalah anugerah terbesar dari Allah kepada hamba-Nya.Bersabarlah dan tetaplah mengikuti aturan Allah. Islam itu muda,maka janganlah diberatkan.Allah saja tidak meropotkan dirimu maka janganlah merepotkan diri sendiri.Marilah kita bersama berjalan di atas jalan Allah bersama dengan Allah dan Rasul-Nya.Ingat, Allah selalu bersama dengan orang-orang yang benar,dengan orang yang bertakwa,dengan orang-orang yang bersabar dan selalu dekat dengan orang-orang yang berbuat kebajikan.(Palajau,2014).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar