Hari
ini matahari nampak lebih ramah dari biasanya.Pancaran senyumnya memberi
semangat bagi melata-melata untuk mengais rezki yang telah Pencipta hamparkan
di atas bumi ini.Kulangkahkan kakiku menuju taman depan rumahku,kusapa satu persatu kembang-kembang
yang berjejer rapi dan indah dengan aneka warna dan bau.Merekapun tersenyum
kepadaku,di antaranya ada yang melambaikan tangannya dan mengucapkan selamat
datang padaku.Burung-burung nampak gembira menyambut datangnya hari ini yang menggantikan hari kemarin.Mereka
menari-nari sambil berkejaran dari ranting ke ranting dalam naungan pancaran
senyuman raja siang. Merekapun bernyanyi-nyanyi,saling menyapa satu sama lain
termasuk menyapaku yang dari tadi memperhatikan tingkahnya.Mereka semua
seakan-akan tahu bahwa hari ini adalah hari yang penuh dengan harapan,yang
lebih baik daripada hari yang telah berlalu.
Hari
ini,impianku dan juga impian keluargaku telah terwujud.Kuterima sertifikasi
tanpa harus bersusah payah mondar-mandir mengurusnya.Hari ini,uang banyak yang dulu
dalam impianku kini telah memenuhi kas
keluargaku, Sekali-kali kulirik istriku,dia nampak senyum-senyum seribu arti,nampak
bintang-bintang berkerlap kerlip di matanya mengandung seribu makna.Dia lalu
mengegeserkan dirinya mendekatiku.Bi,enak ya kalau sudah sertifikasi,gaji
melimpah rua”,puji istriku.”Enak sih enak,tapi dibalik itu aku terbebani
tanggung jawab yang melimpah rua pula”sambungku.”Mengapa mesti terbebani ?”, tanyanya.”Mi,gaji
yang dulu saja adalah amanah yang belum tentu sudah bisa kupetanggung
jawabkan,apalagi gaji yang sekarang”, jawabku.”Santai saja,Bi
!”katanya.”Bagaimana kubisa santai kalau hari pertanggung jawaban sudah
menungguku di negeri akhirat.Tanggung jawab terhadap pemerintah mungkin tidak
ada masalah,tetapi terhadap Allah ?,kalau satu persatu gaji pertanyakan,kala
bolos kita dipertanyakan ?, sudah sebandingkah pengabdianku dengan gaji
yang begitu besar ?,sudah
kulaksanakankah semua tugasku sebagai guru ?,mulai dari membuat RPP, melaksanakan
pembelajaran, mengevaluasi, menganalisis hasil evaluasi,memberi remedial dan
pengayaan,membimbing siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler,melaksankan tugas
tertentu yang diberikan kepala sekolah,melakukan kegiatan pengembangan
profesi.Kalau di antara itu yang aku tidak lakukan maka seimbangkah gajiku ?” uraiku.”Kan
nanti di sana baru ditau Bi !”seru istriku.”Makanya di dunia ini kita harus
mempertanggugjawabkan memang gaji itu sebelum Allah meminta kita
mempertanggungjawabkannya”.sanggahku.
Hari ini,waktu terus berjalan,matahari pun terus
meranjak meninggalkan kaki langit. ”Bi, setibanya kita di Makassar,kita ke
trans dulu,lalu pergi ke mall,kemudian ke show mobil” usul istriku yang udah
berusaha mengalihkan pembiracaan.”Iya deh,kamu saja yang ngatur,kamu kan
menteri keuangan di rumah ini !”jawabku.”Jangan lupa Ummi belikan saya
Mio”,Pinta Dirga,putera
bungsuku yang berseru di dalam kamarnya.Dirga sudah
lama mengimpikan Mio,gengsi katanya kalo cuma pake sepeda ke sekolah,ndak ada
cewek yang ngelirik katanya.”Kalo saya,mau beli komputer saja,supaya bisa
kupake belajar”,pinta Ulis,anak sulungku.Dirga memang sedikit berbeda dengan
Ulis.Dirga sedikit lebih gaul dan lebih matre dari pada Ulis.Dirga yang masih
kelah IV SD memiliki pemikiran yang lebih luas dan lebih dewasa daripada
Ulis.Tetapi Ulis sedikit lebih memahami agama Islam daripada Dirga.Ulis sudah
mengerti mana amalan sunnah yang bisa dilakukan dan mana amalan bid’ah yang
harus ditinggalkan.Ulis lebih cepat bangun daripada dirga.Sebelum pukul lima
subuh,Ulis sudah berteriak-teriak di majid memanggil warga untuk shalat subuh berjamaah.Ulis
sudah mengerti ajaran uztadnya bahwa shalat subuh tepat pada waktunya sangat
disukai Allah dan disaksikan oleh malaikat.Ulis selalu ingat gurunya bahwa
shalat berjamah jauh lebih mulia daripada shalat sendirian di rumah.Namun,kadang
kadang Ulis mengeluh sepulang shalat subuh,karena jamaah subuhnya tidak pernah
bertambah,Cuma kepala desa dan seorang kakek.”Capek-capekki bang,tapi duaji
yang datang”keluhnya.”Sabarki nak,kalo Allah sudah membuka hati mereka,maka
nanti jemaahmu akan semakin banyak.”Semua permintaan anak-anakku hari akan
dikabulkan” ucapku.”Horeee...!!!” seru mereka.
Hari
ini,waktu terus berjalan,detik berganti menit dan menit berganti jam.Waktu
terus berputar seiring putaran roda avansa yang kutumpangi.Mobil rental ini
berlaju kencang membawaku bersama keluarga menuju Makassar,ke tempat
menghabiskan uang sertifikasi.Bagaimana sih rasanya uang sertifikasi itu
?,batinku.”Beliki mobil keluaran terbaru,iya Bi ?” pinta istriku yang berada di
belakangku. ”segalanya kuserahkan pada Ummi yang tersayang “ jawabku singkat
karena udah bosan mendengar permintaan-permintaannya.
Tak terasa mobil telah terparkir di kawasan Tanjung
Bunga.Tanpa komando,istri dan anak-
anakku
turun,tak mau letinggalan juga anak bungsuku yang sedang dikandung oleh
istriku.Kami langusng memasuki area game,lalu ke area kehidupan,karena
perut-perut udah dari tadi mendesak pinta diisi.Setelah puas kami menuju show
mobil.Tanpa proses yang berliku,kami membawa keluar sebuah mobil sesuai selera
istriku,yaitu yang dikendalikan oleh remote control,kami tinggal menekan tombol
kecepatan, alamat rumah yang kami
tujuh,setelah itu kami boleh tiduran di atas mobil,belok kiri dan kanannya
sudah diserahkan kepada remote.Mobil telah
berlalu menuju Jeneponto.satu persatu mobil kulewati dan satu persatu
kampung kelewati akhirnya kami memasuki batas kota.
Hari ini waktu terus berjalan,mobilpun terus
berlaju,teruuus berlaju,kian detik kian kencang,teruuuus... Bruuuukkk
!!!.Terasa tubuhku tertindi benda yang berat.Kupandang istriku,diapun kulihat
tertindi benda yang besar,tak ada orang yang melihat kami, yang bisa
melepaskanku dari benda yang menindi kami.”Ummi...!,Ummi...!”kucoba kupanggil
istriku,namun sehurufpun tak bisa terucap darinya.nampaknya istriku tidak
sadarkan diri atau jangan jangan...,ah aku tidak boleh berpikiran buruk,istriku
pasti tidak apa-apa.”Toloong, Tolooooonng, Tolooooonnng !”. ”Bi,Abi,kenaki Abi?”.Kudengar
suara istriku sedang membangunkanku.Barulah kusadar bahwa aku sedang
bermimpi.”Alhamdulllah,aku cuma bermimpi” ujarku.”Mimpi apaki,naki
berteriak-teriak minta tolong” tanyanya.”Bermimpika bersamaki dari Makassar
beli mobil,terus dalam perjalanan mobil menabrak pohon besar,dan pohon besarnya
jatuh menimpa kita berdua,tidak ada orang yang melihat kita,padahal kamu sudah
....”.”Sudah apa Bi ?” tanya istriku yang penasaran karena ceritaku
terputus.”Tidak apa-apa,tapi seandainya mimpi itu menjadi kenyataan ?”.”Apa Bi,memimpikan
saya telah mati,dan itu yang Abi harapkan ?”ujar istriku sedikit panas.”Maksudku
seandainya sertifikasi itu sudah menjadi kenyataan,kita bisa membeli rumah
baru...,mobil baru...,atau gelar baru...,pokoknya semua serba
baru”jawabku.”Mau
istri baru juga ?”tanya istriku melampaui pikranku.”Kalo itu sih tidak,itu kan
urusan Allah.Allahlah yang telah menetapkan segala sesuatu yang terjadi dalam
hidup manusia,baik ajal,rezki,amal perbuatan,maupun nasib termasuk pula
jodoh,biar kita menghendaki sesuatu tetapi Allah tidak menghendakinya,itu tidak
bakal terjadi,sebaliknya kita tidak menghendaki sesuatu tetapi Allah
menghendakinya maka sesuatu itu pasti terjadi” ungkapku.
“Abi,kita
bermimpi seperti itu karena sudah dua kali dipanggil untuk mengikuti proses
sertifikasi,namun kondisi fisik Abi yang tidak mengizinkan,jadi bersabar
saja,Bi.Allah lebih tahu apa yang terbaik buat Abi,buat keluarga kita,mau
diapai pale kalau Abi tidak mau memaksakan diri mengikuti diklat”,ungkap
istriku yang berusaha menasehatiku”Bukankah Abi selalu bilang padaku untuk
selalu bersabar menerima ketetapan Allah ?.Bukankah Allah bersama dengan
orang-orang yang sabar ?. Bukankah Allah telah berjanji akan memberi keselamatan,rahmat dan petunjuk bagi
orang-orang yang bersabar ?” tambahnya.Betul juga kata istriku,aku harus
bersabar dan mengambil hikmah dibalik pemberian Allah.Allah telah menjamin
rezki manusia,rezkiku,rezki istriku dan rezki anak-anakku.Rezki mereka bukan
berada di tanganku tetapi di tangan Allah.ya,bersabar itulah yang terbaik
bagiku.Bersabar menjalani yang sedang terjadi dan bersabar menunggu apa
ketetapan Allah selanjutnya.Manusia tidak menghindari dari apa yang telah ditetapkan
Allah baginya dan tidak bisa pula mendatangkan sesuatu yang tidak ditetapkan
Allah.
Aku juga orang normal seperti guru-guru lainnya
mengimpikan sertifikasi,kadang terlintas rasa iri bila teman-teman ayik ria
ngobrol masalah uang sertifikasi,atau sibuk mengumpulkan berkas-berkas
sertifikasi,tapi aku cepat ingat pesan Allah bahwa kita tidak boleh iri atas
kenikmatan yang diperoleh orang lain yang melebihi dari kita.Aku juga masih
normal yang mengimpikan sehat kembali seperti guru-guru lain,makanya aku juga
selalu berusaha
namun
tak seorangpun manusia dan makhluk Allah lainnya yang sanggup mendatangkan
kesembuahan selain yang telah ditetapkan Allah,tidak juga dengan dukun.Dulu,aku
mondar-mandir keluar masuk rumah dukun,seperti burung yang terbang dari pohon
ke pohon.Namun,aku berhenti mendatangi dukun karena takut pada ancaman Nabiku
SAW.Beliau mengancam umatnya bahwa barangsiapa yang mendatangi dukun maka tidak
akan diterima shalatnya selama 40 hari (HR.Muslim)dan ancaman lainnya.Allahlah
yang mengetahui perkara gaib yang ada di langit dan di bumi.
Waktu
terus berjalan,pancaran senyum mentari telah memasuki kamarku melalui jendela
yang telah kubuka selimutnya.Jam dinding pun telah menunjutkan pukul enam
lewat,ya waktunya aku harus meninggalkan rumah menuju ke ladang rezki,area
pengabdian.Aku harus sadar bahwa kini aku berada di negeri nyata bukan di
negeri impian.Hidup di alam nyata jauh lebih idah dan lebih bahagian daripada
hidup di negeri impian. Salam buat guru-guru PKN SMP Kabupaten
Jeneponto,selamat bertugas. (Palajau,Juni 2013).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar